Senin, 08 Oktober 2012

Rumah Usang...

(kriiinnggg...kriinngg...krriingg...)

Suara telpon diruang keluarga berbunyi nyaring memecahkan suara sunyi diruangan tersebut.Udara yang segar bisa dirasakan diruangan itu.
Ruangannya sih tidak terlalu besar,tapi bagi kami inilah ruangan yang bisa menyatukan kami semua.Setiap malam datang,saat semua aktifitas luar telah selesai kami kerjakan,kami berkumpul untuk sekedar berbagi cerita yang kami lewati setiap hari nya.
Semuanya terasa indah dan suasana hangat itu terjalin setiap hari.Tapi...itu dulu,saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar.

Sekarang,ruangan itu sunyi,sepi....
Bahkan angin pun sepertinya enggan masuk untuk sekedar menyapa tirai-tirai yang sudah keliatan usang dan kotor.
Ruangan itu benar-benar tak pernah di bersihkan.Debu keliatan menebal disetiap sudut rumah.Di meja,lemari,bahkan rak-rak buku yang dulu sering menjadi tempat favoritku untuk menata buku kesukaanku kini telah rapuh.Sungguh memprihatinkan ruangan keluarga ini.Tak sepeti dulu,yang selalu hangat dengan canda tawa kami.

(kriiinnggg...kriinngg...krriingg...)

Telpon itu masih saja berbunyi.Entah siapa yang berada di ujung telpon itu.Dari pertama kali aku mengijakkan kakiku di ruangan ini,telpon itu terus berbunyi.
Dengan rasa penasaran,aku coba menghampiri telpon tersebut.Aku coba mengangkatnya dan mulai menyapa si penelepon tersebut.
Me : Halloo...!!
Tak ada suara yang menyahut,hanya ada bunyi gemeresek yang cukup menyakitkan gendang telingaku.
Me : Hallooo...siapa disitu..??
Aku coba menyapa kembali si penelepon tersebut,berharap ada seseorang yang akan membalasnya.Tapi berulang kali aku menyapanya,tetap saja tak ada orang yang menyahut.Ku letakkan kembali gagang telponnya.
Tapi tiba-tiba....

(kriiinnggg...kriinngg...krriingg...)

Telpon itu berbunyi kembali,dengan sedikit kesal aku menghampiri telpon tersebut.
Me : Halloo...please jangan becanda,siapa disana..??Apakah anda bisa mendengar suara saya..??(dengan nada kesal aku coba bertanya pada si penelepon tersebut)
Tapi lagi-lagi tak ada jawaban yang aku dapatkan.Hanya bunyi gemeresek yang terus terdengar.
Me : Tolong jangan maen-maen dengan sa..
(tuutt..ttuutt..ttuutt..)
Belum selesai aku meneruskan perkataanku,tiba-tiba telpon itu mati.Aku semakin penasaran,siapa yang tadi menelpon rumah ku.

Dengan langkah yang sedikit lelah karena telah menempuh perjalanan yang cukup jauh,aku coba mencari sesuatu yang bisa membersihkan rumah orang tuaku.
Yaa..rumah ini adalah rumah peninggalan orang tuaku yang sudah meninggal 10thn yang lalu akibat kecelakaan mobil.Saat itu usiaku masih 10thn.Setelah orang tuaku meninggal,aku dibawa paman dan bibiku keluar kota.Dan sudah 10thn aku tak pernah berkunjung ke rumah ini.

Sekarang aku memberanikan diri untuk ke rumah ini.Aku ingin menempati rumah ku lagi,merawatnya agar seperti dulu lagi.Aku ingin rumah ini kembali hangat seperti dulu.Seperti saat kami masih berkumpul.Walau sekarang tanpa mamah dan papah,aku ingin semuanya tetap indah.

Memasuki ruangan kamar ku waktu kecil,disana masih terpajang foto besar wajahku saat masih kecil.Sungguh lucu dengan senyum yang mengembang.Di sebelah kiri terdapat meja kecil dengar lampu meja yang keliatan berdebu.Dimeja itu juga terletak foto-foto aku dan orang tua ku.Jam dinding yang sudah tak berfungsi.
Aaahh..semuanya masih terlihat lengkap berada dikamarku (pikirku dalam hati).Bahkan boneka hadiah dari mamah pun masih ada diatas tempat tidurku.

10tahun aku meninggalkan rumah ini.Kini aku kembali kesini untuk memulai kehidupan baru bersama keluarga kecilku.
Aku berjanji akan membuat rumah ini kembali riuh dengan canda tawa kami.Suami dan 2 malaikat kecilku...

Trie....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar