Selasa, 30 April 2013

Tuhan.....



Tuhan...
Kali ini aku datang untuk mengeluh.
Bolehkah...???

Tuhan...
Engkau tau,selama ini aku tak pernah mengeluh,
tentang apa yang telah engkau takdirkan kepadaku.
Selama ini aku selalu menerima,saat aku berbeda dari yang lain.

Tapi sekarang,
Tuhan....
Bolehkah aku meminta kepadaMu untuk memberikan ku kekuatan untuk bangkit lagi?
Bolehkah aku meminta kepadaMu untuk memberikan ku kesembuhan walau hanya untuk satu hari?
Tuhan...
Tahukah engkau,
Tadi pagi aku melihat ibu ku membawaku,memopong ku dengan nafas lelahnya.
Tadi pagi aku merasakan betapa kuatnya ibuku saat menggendongku yang tak berdaya.
Tuhan...
Tahukah engkau,
Tadi pagi ibu ku menangis tak hentinya saat semua menolak ku.
Tadi pagi air mata sucinya mengalir begitu deras saat semuanya memandang rendah kami.
Tuhan...
Apakah engkau melihat semuanya?
Seorang ibu tua yang dengan semangat membawaku menuju kesembuhan.
Seorang ibu tua yang memiliki keyakinan kuat bahwa anaknya akan sembuh.
Seorang ibu tua yang berusaha memohon kepada mereka para penguasa untuk kesembuhanku.
Seorang ibu tua yang dengan susah payah menggendongku,lalu dengan kejamnya mereka menolak kami.

Tuhan...
Kali ini saja,berilah aku kekuatan untuk menguatkan ibu ku.
Aku hanya gadis berusia 9 tahun yang harus rela meninggalkan ibu ku secepat ini.
Tuhan...
Andai pun engkau tak lagi mempercayaiku untuk menguatkan ibu ku.
Aku mohon,Lindungi lah dia.Berilah dia kekuatan menerima semua ini.
Tuhan...
Pertemukanlah aku dengannya di surgaMu kelak.

Terimakasih Tuhan.

Selamat Malam Ibu,Malaikat penjagaku....

3Novi

Rabu, 03 April 2013

Bag.14 : SEPARUH AKU,DIRIMU


"Kenapa sih kamu ga ngerti banget,Han?Aku ini lagi capek.Bisakan ketemunya nanti aja hari minggu?"

"Tapi kamu udah janji,Sam.Sore ini mau dateng ketempat aku.Kamu Lupa?"

"Iya...tadinya aku emang mau ketempat kamu,tapi tadi dikantor banyak sekali kerjaan dan membuat aku capek seharian ini."

"Janji tetaplah janji Sam,apapun yang terjadi."

Nada bicara kami berdua semakin tinggi,tak ada yang mengalah dari pertengkaran ini.Semakin memanas suasananya.

"Lelaki macam apa yang sering banget ingkarin janjinya sendiri,HAH?"

"OK...aku emang bukan cowo yang baik buat kamu,jadi mendingan sekarang kita masing-masing dulu aja Han.Aku capek !!"

"Kenapa kamu yang ma..."

Tiba-tiba Sam mematikan telponnya tanpa membiarkan aku meneruskan ucapan ku.Aku mencoba menghubunginya lagi,tapi kali ini handphone Sam benar-benar ga diaktifin sama dia.
Badanku bergetar,bahkan tanganku lemas dan menjatuhkan handphone tanpa sadar.Air mataku tak terasa mengalir.Ada kekecewaan yang mendalam dan sebuah penyesalan dari pertengkaran tadi.

Sam benar-benar marah.....

"Oh Tuhan...apa yang harus aku lakukan."

Tangisanku semakin tak terbendung lagi.Badanku semakin lemas dan jantung ku berdetak begitu cepat.Dalam keadaan ku yang seperti ini kenapa harus terjadi pertengkaran.

Setelah suasana hatiku mulai tenang,akhirnya aku memutuskan untuk mengunjungi Sam.Karna tak mungkin Sam yang datang ketempat ku.
Walau kaki terasa lemas untuk berjalan,aku paksakan agar sampe ketempat Sam.

20 menit kemudian....

"Ini jaketmu,Sam."
Aku memberikan jaket Sam yang pernah aku pinjam.

"Untuk apa dikembalikan?"
Muka Sam terlihat datar....

"Ini bukan hak aku lagi,kamu kan yang meminta hubungan kita cukup sampai disini?"

Sam tak menjawab pertanyaan ku untuk beberapa saat.Dia sepertinya sedang berpikir.Tapi entah apa yang ada dalam otaknya saat ini.

"Kenapa kamu diem aja?Kamu bilang kamu capek hubungan sama aku,dan kamu ingin mengakhiri semuanya sekarang kan?"

Sam masih saja berdiri terpaku.Dia tak pernah menatap wajahku.Bahkan dia tak sadar dengan keadaan tubuhku yang gemeteran.

"kenapa ga jawab,Sam?"

"Ya udah...iya mendingan kita masing-masing dulu aja sekarang."

Jawaban Sam membuat tubuhku semakin lemas,ingin rasanya saat itu juga aku nangis.Tapi aku coba kuat.

"Oh...ya udah Sam kalo itu mau kamu.Aku pulang dulu."
 Aku mulai berjalan meninggalkan dia.

"Hati-hati...."

Hanya itu yang bisa aku dengar.Tanpa melihat kebelakang aku terus berjalan,berjalan tanpa memperhatikan sekitarku.
Hancur rasanya hatiku malam ini.Semua pengorbananku terasa sia-sia selama ini.

"Tuhan...Bolehkah aku menangis lagi untuk malam ini?Tidakkah aku terlihat lemah?"


TriNov

Selasa, 02 April 2013

BIARKAN AKU...


Biarkan aku menangis malam ini,
untuk setiap perasaan yg tak pernah kau hiraukan.
Biarkan aku menangis malam ini,
untuk setiap penantian yg melelahkan.
Biarkan aku menangis malam ini,
untuk setiap kekhawatiran ku yg kau abaikan.
Biarkan aku menangis malam ini,
untuk cinta yg tak terbalaskan.
Dan setelah ini...
Jangan pernah kau membuatku menangis lagi untuk setiap kata rindu yg kau ucapkan.

 

TriNov