Rabu, 31 Juli 2013

Satu Tahun Yang Lalu Dan Masih Sama Sakitnya.....


Sudah hampir satu tahun,tapi kata-kata itu masih saja terngiang-ngiang di memory otak ku.
Seperti sebuah lagu yang terus-terusan di mainkan lalu aku menghapalnya.
Dan semua itu menjadikan luka dalam hati aku tak pernah kering.
Entah apa yang ada dipikiran mereka,sampai bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu untuk aku.
Bukan kah mereka semua orang-orang berpendidikan?
Apakah disekolah mereka tidak mengajarkan kata-kata yang baik?
Saat mereka mengatakan padaku bahwa aku anak kecil,tapi secara tidak langsung perkataan mereka lah yang seperti anak kecil yang belum berpendidikan.
Ah,aku pikir anak kecil juga ga akan mampu mengucapkan kata-kata seperti itu.
Aku sadar,semua ini berawal dari kesalahan ku,dan berulang kali aku sudah meminta maaf sama mereka.
Tapi,apa mereka sadar dengan ucapan mereka?
Tak ada maaf yang terucap dari bibir mereka setelah mengatakan ucapan seperti itu.
Sekali lagi,harusnya seorang yang berpendidikan tinggi lebih tau dan lebih paham apa itu arti minta maaf dan memaafkan.
Ingin rasanya melupakan perkataan itu dan ikhlas memaafkan mereka,tapi terasa sulit.
Terlalu sakit,saat kedua orang tua ku pun tak pernah mengasariku dengan kata-kata seperti itu.

"Lamun budak eta teu bisa diajak ngomong baik-baik,berarti budak eta lebih rendah dari PSK."

"Klo anak itu ga bisa di ajak ngomong baik-baik,berarti anak itu lebih rendah dari PSK." Seperti itu lah bunyi kata-kata yang mereka lontarkan untuk ku.
Walau hanya lewat obrolan kedua orang itu,tapi semua orang tau perkataan itu dan semua orang tau itu ditujukkan untuk siapa.
AKU....iya...untuk aku....
Setahun rasanya belum cukup untuk aku melupakan semua itu.
Setahun seperti baru kemarin dan sakitnya pun tumbuh kembali.
Entah harus dengan cara apa aku bisa ikhlas memaafkan mereka dan melupakan kejadian itu.

Tak pernah sebelumnya aku membayangkan akan ada yang mengatakan seperti itu sama aku.
Cukup hanya mereka saja yang mengatakan,jangan sampai ada yang lainnya.
Semoga orang berpendidikan bisa mendidik kata-katanya sendiri.
Dan satu bukti bahwa aku bisa diajak ngomong baik-baik adalah,saat orang itu datang aku menerimanya dengan lapang dada.
Mempersilahkannya masuk dan duduk,dan aku juga bisa menerima penjelasan dari dia.
Apa itu tidak cukup sampai-sampai kalian mengatakan aku lebih rendah dari PSK?

Terakhir,jujur aku menyesal pernah berurusan dengan kalian.
Semoga tahun kemarin yang terakhir dan aku ga mau berurusan lagi dengan kalian.


TriNov :)

Rabu, 17 Juli 2013

JAKARTA....


Ini cerita sering kita jumpai sehari-hari atau bahkan kita juga sebagai salah satu pelakonnya.Katanya negara kita ini sudah MERDEKA,tapi penduduknya masih saja tertindas oleh para tetinggi negara dan para pemilik harta dan tahta.
Kemiskinan masih menjadi topik utama dalam setiap wacana berita kota.Akibat dari kemiskinan tersebut yang terkadang menjadikan sebagian orang untuk menghalalkan segala cara.Entah itu merampok,mencuri,bahkan yang lebih sadis mereka bisa membunuh lalu mengambil semua harta milik sang korban.
Ya...Uang memang selalu menjadi primadona,menduduki peringkat pertama dari urutan yang selalu dibutuhkan oleh setiap orang.Uang selalu bisa menguasai segalanya,hati,pikiran semuanya bisa dikendalikan oleh uang.Sesuatu yang tak bernyawa itu selalu memberikan nafas segar bagi pemiliknya.Walaupun kebanyakan orang bersengketa karna uang.
Setiap manusia dimuka bumi ini berlomba-lomba untuk mengejar kesuksesan,ada yang berhasil,ada yang gagal,bahkan ada juga yang tidak berkembang.Semua itu memang tergantung dari tekad manusia itu sendiri.Yang sukses menjadikannya berada di atas awan,yang gagal menjadikannya terpuruk dikolong jembatan.Dan yang tak pernah maju,mereka bergantung pada si sukses.
JAKARTA..
Kota yang di juluki dengan sebutan kota Metropolitan,selalu menjadi pusat perhatian seluruh dunia khususnya warga Indonesia.Berbondong-bondong orang-orang datang ke jakarta untuk mencari rupiah.Mengais rejeki dari yang halal sampai yang haram pun mereka lakukan demi menyambung hidup.
Negara merdeka yang satu ini masih saja keteter dengan masalah ekonomi yang sangat krisis.Setiap uang yang dihasilkan dari rakyat masih saja dimakan oleh petinggi ibukota.Membuat rakyatnya semakin terhimpit,kejepit.

 Bersambung......
TriNov :)

Senin, 08 Juli 2013

I HOPE......


Sudah 2 tahun lebih kita bersama-sama,
menyatu dalam sebuat ikatan yang masih bernama 'PACARAN'.
Ingin rasanya mengubah status itu menjadi sudah 'MENIKAH',
tapi entah apa yang membuat perubahan status itu terasa sulit.
Yang aku tahu,semuanya terpengaruh oleh satu kata 'BELUM SIAP',
entah itu belum siap bathinnya atau belum siap lahirnya.
Yang jelas,harapan itu masih ada sampai saat ini.
Harapan yang dibangun dari sejak awal kita membuat komitmen dalam sebuah ikatan.
Mimpi itu akan terus dirangkai sampai semuanya benar-benar bisa menjadi nyata.
Mimpi sebuah pelaminan yang indah,bertabur dengan bunga dan senyum bahagia dari setiap orang-orang yang terlibat didalamnya.
Mimpi dan harapan itu lah yang membuat kita kuat dalam menjalani hubungan yang sudah berumur 2 tahun lebih.
Tak mudah menjalani ini semua dengan mulus.
Dua hati,dua sifat dan dua keegoisan manusia yang mencoba menyatukan misi dan visi nya.
Ketika akal selalu memanaskan susana kita,hati lah yang menjadi pendingin diantara kita.
Tak terhitung berapa kali kita bertengkar untuk hal-hal sepele yang sebenarnya sudah sering kita ributkan.

'THE POWER OF LOVE'

Itulah yang membuat kita bisa bertahan sampai saat ini.

2 tahun lebih aku selalu menantikan mu untuk mengatakan kata romantis yang selalu di ucapkan seorang pria kepada wanita.

'MAU KAH KAU MENIKAH DENGANKU?'

Satu kalimat itu yang selama ini aku tunggu,
kalimat yang selalu aku harapkan akan keluar dari bibir mu.
Itulah kalimat romantis yang selalu aku harapkan darimu.
Dan kemarin,kamu mengatakan kalimat itu dihadapanku.
Aku merasa,aku lah wanita paling bahagia saat ini.

I hope next year November is a historic day for us.

TriNov :*