Sabtu, 13 Oktober 2012

Bag.7 : SEPARUH AKU,DIRIMU

Beberapa hari setelah kejadian itu,aku dan Sam jarang berkomunikasi.Bahkan setiap Sam mencoba menghubungi aku,sering aku abaikan.Aku masih berada dalam kebingungan.Aku ga tau jalan mana yang harus di tempuh.
Maju...atau Mundur dan semuanya berakhir...???

Dalam hati kecilku,aku masih mencintai Sam.Aku sebenernya ga rela kalo harus berpisah dengan dia.Sikap ku yang berubah jadi pendiam dan murung membuat orang-orang disekitarku khawatir.Terutama Mamah,dia benar-benar khawatir karna sudah 2 hari aku ga pernah makan nasi.

Mamah sampai kebingungan harus membujukku dengan cara apalagi.Mamah akhirnya menelpon Sam untuk coba membujuk aku.Tapi tetap saja usaha mereka ga ada yang berhasil.Memang aku ini keras kepala,aku kadang ga memperhatikan orang-orang disekitarku yang mengkhawatirkanku.Aku masih saja betah dengan dunia ku sendiri.

Dikantor pekerjaanku berantakkan,bahkan aku yang ga pernah dimarahin bos sekarang aku kena semprot atasan.Semuanya terbengkalai.Aku seperti kehilangan arah tujuan.Aku seperti orang linglung yang sedang mencari jalan pulang.Aku salah..aku salah telah mengambil keputusan seperti itu.

Aku terus-terusan menyesali perbuatanku.Padahal,Sam sendiri sudah tak mempermasalahkannya.Setiap malam aku hanya bisa bercerita sama Tuhan.Aku meminta jalan terbaik darinya.Aku lemah,bahkan sangat lemah.

Tuhan,apa aku harus nyerah sampai disini...???
Apa aku harus menyerah pada keadaan yang terus memojokkanku..??
Apa aku harus merelakkan semuanya berakhir tanpa menghasilkan apapun..??
Tuhan...berikanlah petunjukMu...
Aku ingin semuanya baik-baik saja,Tuhan....

***

Akhirnya Sam memutuskan untuk pulang karna dia mendengar kondisiku yang memprihatinkan.Dia ingin melihatku,dia ingin membuktikkan kepadaku bahwa dia pasti ada saat aku sedang terpuruk.
Sam menjenguk aku di Rumah Sakit.Ya,aku sakit dan harus dirawat.Kondisi badan ku benar-benar menurun,untuk jalan ke kamar mandi saja aku membutuhkan bantuan orang lain.

Saat aku berada di rumah sakit,Sam sangat memperhatikanku.Dia bahkan sampai rela tidur di rumah sakit untuk menjagaku.Dia ingin memastikkan bahwa aku baik-baik saja.Sam juga rela meninggalkan kerjaannya demi aku.

Dari situ aku sadar,bahwa selama ini Sam memang benar-benar mencintaiku.Hari ini dia membuktikannya.Dalam keadaan berbaring,aku melihat Sam dan Mamah sedang asik berbincang-bincang.Kadang dalam obrolan mereka diselingi canda tawa yang membuatku semakin bahagia memiliki Sam.Dia tak hanya mencintaiku,tapi mencintai seluruh keluargaku.

Aku bertekad untuk cepet sembuh.Aku ingin jalan-jalan dengan Sam.Aku ingin makan malam dengan Sam.Aku ingin tubuhku sehat seperti biasa lagi.Aku bosan di rumah sakit.Aku harus sembuh,aku harus bisa sembuh.Aku harus bisa melawan sakitku ini.

 ***

Tiga hari aku di rumah sakit,tidak melakukan aktifitas apapun.Dan hari ini aku pulang ke rumah,Sam sudah berada bersama Mamah.Bersiap-siap membawa aku pulang.
Dalam perjalanan pulang,aku hanya bisa tertidur.Memang kondisiku belum pulih sepenuhnya,tapi aku memaksa untuk pulang.

Bagiku rumah sakit membosankan.Sam selalu memperhatikan ku,melihat lewat spion mobilnya.Mungkin dia masih khawatir melihat kondisiku,mamah juga begitu memperhatikanku dengan lembut.
Hari ini aku mendapatkan kebahagiaanku kembali.Aku merasa semua orang menyayangiku kembali.

Dirumah,ternyata teman-temanku sudah menungguku.Mereka memberikanku suprise yang membuat aku merasa bertambah bahagia.
Hari ini Tuhan telah memberikan buah dari kesabaranku.Aku sangat bersykur,Tuhan benar-benar sayang kepadaku.

Rumahku kembali riuh,semuanya tertawa bahagia.Dan aku,aku sekarang mulai tersenyum lagi.

"Sam..."

"Iya,Sayang kenapa..?"

"Makasih ya,hari ini aku bahagia sekali."

"Iya,Sayang.Cepet sembuh ya.I Love You."

"Love you too,Sam."

Sam memelukku mesra.Sepertinya dia juga merindukanku.Bahkan sangat merindukanku.....

"Tuhan Mendengar,Tuhan Melihat tapi Dia Menunggu Waktu Yang Tepat."

Trie :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar