Dengan berat hati,aku mengantarkan Sam ke bandara.Tak dapat ku tahan lagi,air mataku jatuh juga.Sebenernya aku ga mau nangis di hadapan Sam,tapi aku bener-bener ga kuat lagi buat nahan perasaan sedihku ini.
Dan akhirnya Sam pergi.Aku masih terpaku dan belum sepenuhnya percaya dengan apa yang ku alami saat ini.Yang terjadi di hadapanku.Sam pergi meninggalkanku karna tugas dari kantornya.Dan aku,aku harus rela ia tinggalkan untuk sementara.
***
Dua hari sampe tiga hari komunikasi kami cukup lancar.Sesibuk apapun Sam dia selalu sempet ngasih kabar ke aku.Dia selalu ceritain semua yang dia lakukan setiap harinya,begitu juga dengan aku.Setiap hari aku merindukannya.Aku harus membiasakan kembali untuk menahan rindu.Aku harus membiasakan kembali bersabar dan bersahabat dengan waktu.
Seminggu sudah aku dan Sam berhubungan jarak jauh.Sekarang Sam mulai sangat sibuk sampai kadang-kadang ga sempet ngabarin aku.Dia terlalu fokus dengan kerjaannya.Dia memang tipikal cowok yang pekerja keras.Bagus sih memang,tapi akhirnya aku lah yang jadi korban kesibukannya.Sekarang aku sudah jarang diperhatikan sama Sam.
Jangankan untuk menelpon aku,untuk sekedar ngabarin aku lewat sms pun kadang Sam ga sempet.Dan aku mulai jenuh dengan situasi ini.
Kadang aku selalu bertanya-tanya,sesibuk apakah sam disana sampai dia ga sempet ngabarin aku.Apa pekerjaannya begitu penting baginya?Apa sedikitpun ga ada waktu buat aku.Aku merindukannya,aku benar-benar merindukan Sam yang dulu.Yang sesibuk apapun dia,dia selalu ada buat aku.Dia selalu sempet buat sekedar nanyain aku apakah sudah makan atau belum.Tapi sekarang,kesibukannya benar-benar menyita waktunya dan waktu untukku.
***
Hampir sebulan Sam diluar kota,dan hampir sebulan juga aku berperang dengan perasaanku sendiri.Sam semakin sibuk dan sangat sibuk.Setiap hari aku dan Sam pasti terjadi cekcok masalah waktu.Entah sudah berapa kali aku mengatakan kepada Sam bahwa aku juga ingin diperhatikan sama dia.Tapi tetap saja Sam lebih memilih mementingkan pekerjaannya dibanding aku.
Aku merasa diasingkan oleh dia,aku merasa sekarang aku bukan orang penting untuk dia.Aku cemburu,cemburu karna Sam lebih mementingkan segala urusannya.
Bahkan saat aku sakit pun Sam jarang sekali memperhatikan aku.Beda dengan dulu,saat Sam berada dekat dengan ku.Semuanya benar-benar berubah dengan begitu cepat.
Sekarang aku jadi orang yang sangat pendiam,jarang sekali aku tertawa lepas.Padahal biasanya sesulit apapun aku menjalani hari ku,pasti tetap ada senyum di wajahku.Tapi kini,orang yang selalu membuat ku tersenyum sudah ga ada.Dia terlalu sibuk,bahkan sangat sibuk.
Terbesit dalam pikiranku,apakah disana Sam sudah menemukan seseorang yang membuatnya nyaman?Apa sekarang Sam menyimpang dari aku?Apa sekarang Sam sudah ga setia sama aku?
Ya Tuhan,aku bingung.Aku lelah kalo setiap hari aku harus bergelut dengan bathin dan perasaanku.Aku lelah dengan situasi seperti ini.
Bolehkah aku menyerah dengan keadaan?
Sepertinya jangan dulu,aku harus tetep kuat menjalani semua ini.Hubungan ku dan Sam sudah terjalin lumayan lama.Dan kita sudah serius,lalu kenapa harus nyerah.Mungkin kesabaranku saat ini sedang di uji.Dan aku,aku harus bisa ngelewatin semua ini karna aku yakin pasti semuanya akan segera berakhir indah.
Dan aku berharap Sam jadi sam yang seperti dulu.Yang selalu ada saat aku butuhkan.Dan selalu menemaniku dalam keadaan apapun.Aku rindu kamu yang dulu,Sam.
"Sesibuk apapun kamu,aku harap ada sedikit waktu untuk ku.Untuk hubungan kita."
Dan aku berharap Sam jadi sam yang seperti dulu.Yang selalu ada saat aku butuhkan.Dan selalu menemaniku dalam keadaan apapun.Aku rindu kamu yang dulu,Sam.
"Sesibuk apapun kamu,aku harap ada sedikit waktu untuk ku.Untuk hubungan kita."
Trie :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar