Aku selalu saja dikalahkan oleh emosi ku sendiri.Aku selalu saja ga bisa mengendalikan emosiku.Padahal berkali-kali aku sudah coba belajar untuk bisa mengendalikkan emosi dalam setiap pertengkaranku dengan Sam.Tapi,semuanya tidak membuahkan hasil.
Setiap aku bertengkar dengan Sam,aku yang lebih cepat emosi dibanding Sam.Sam lebih bisa menahan diri untuk tidak meluapkan emosinya.Dia bisa lebih tenang dari aku,dia bisa lebih dewasa dari aku.Tapi aku...
"Sam,aku mau kita PUTUS...!!!!"
"Kenapa kamu ngomong kaya gitu,Han?apa kamu ga bisa meredamkan emosimu dulu?Jangan ngambil keputusan yang nantinya akan membuat kita menyesal."
"Sam,aku sudah capek terus-terusan bersabar.Kamu..kamu ga pernah sedikitpun mengerti perasaan aku.Aku cuma ingin diperhatiin,itu saja.."
"Iya..iya..aku tau aku salah.Aku minta maaf.Tapi,apakah ini jalan yang akan kamu ambil,Han?Apa kamu rela hubungan yang sudah kita jalin setahun lebih kandas begitu saja?"
Sam mulai mencoba membujukku supaya lebih tenang dan memikirkan setiap ucapanku...
"Aku..aku lelah,Sam.Mungkin lebih baik aku menenangkan diri dulu,Sam."
"Ok...kalo itu bisa membuatmu lebih baik.Yang jelas,sampai detik ini aku masih mencintaimu,Han."
Ku matikkan telpon dari Sam.Malam ini perasaanku benar-benar hancur,aku menyesal telah mengatakkan itu kepada Sam.Aku menyesal karna emosiku,aku bertindak bodoh.Air mataku terus saja mengalir.Seperti air bah yang ga bisa di bendung lagi.
Malam ini,aku telah melakukkan kesalahan yang sama.Aku telah membuat keputusan yang membuat aku menyesal.Walaupun Sam ga menyetujui keputusanku,tetap saja rasa bersalah masih ada di hati ku.
Ingin rasanya aku memutar kembali waktu,ingin rasanya aku tarik kembali kata-kata itu.
Aku bodoh...aku benar-benar bodoh.Selalu saja kalah,selalu saja bisa diperbudak oleh emosiku sendiri.
Tuhan,aku menyesal.Beri aku kesempatan untuk memperbaikki semuanya kembali menjadi utuh seperti semula.
Aku ingin semuanya baik-baik saja setelah kejadian ini.Aku ingin semuanya berjalan dengan normal seperti biasanya.
Sam,bagaimana perasaan dia saat ini.Aahh...aku telah membuatnya terluka.Aku telah membuatnya kecewa kepadaku karna sikapku.Masih ada kah harapan untuk aku dan Sam?
Mungkin lebih untuk beberapa hari ini aku menenangkan diri,sagar pikiranku kembali tenang.Aku ingin memperbaiki kesalahanku malam ini.
"Maafkan aku,Sam.Aku mencintaimu.."
"Harusnya,Emosi tidak membutakan Hati dan Pikiran Kita..."
Trie :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar