Rabu, 27 Juni 2012

Selamatkan Nyawaku,Tuhan...(part1)



Suatu sore di sudut kota jakarta,aku sedang tergesa-gesa keluar dari kantorku.Aku sedang memburu waktu supaya tidak terlambat menjemput kekasih ku yang selama ini tinggal jauh dari kota ku.
Aku sudah tak sabar untuk bertemu dengan kekasih ku.Orang yang sudah 5bulan terakhir aku tunggu-tunggu kedatangannya.

Aku sadar waktu ku terlalu mepet sedangkan perjalanan yang harus aku tempuh lumayan jauh.Apalagi jalanan jakarta pada jam pulang kantor pasti sangatlah macet.
Dan,,ah..ternyata benar,macet menghambat perjalanan ku menuju stasiun.Berkali-kali nada telponku berdering dan dilayar telpon itu tertera nama dia.

Seketika aku panik,aku tak tau harus menempuh jalan mana supaya aku tak terlambat.Aku tak ingin membuat dia menunggu lama.Aku tak ingin dia kecewa dengan keterlambatanku.Ini hari istimewa untuk aku dan dia dan aku tak ingin merusak semua rencana kami.

Telpon ku berdering lagi,dan untuk kesekian kalinya dia menguhubungi ku...
"Sayang kamu dimana?"dia bertanya keberadaanku
"Aku masih dijalan sayang,maaf aku terlambat.Jalanan macet dan aku sedang berusaha untuk secepatnya sampai di tempatmu."Aku memastikan kepadanya klo aku akan segera datang
"oh..ok aku tunggu.Hati-hati sayang."
Dia pun mengakhiri telponnya.Aku tau dia sangat kesal dengan keterlambatanku.Dia pasti sudah lelah karna menempuh perjalanan jauh.

15menit berlalu dan aku pun belum sampai di stasiun.Aku masih terjebak macet.Aku masih bergelut dengan kendaraan yang memenuhi ruas jalan.
"Kemacetan jakarta memang parah."pikirku dalam hati sambil sesekali melihat jam tangan yang sudah menunjukkan pukul 6 lebih 20 menit.

Setiap ada kesempatan aku langsung menancapkan gas mobil ku,melaju dengan kecepatan tinggi.Aku tak peduli dengan keselamatanku sendiri.Yang ada dalam otakku sekarang adalah dia yang telah menungguku lama.Dia pasti sedang berdiri dengan wajah kesal karna aku telat menjemputnya.
Berkali-kali dia mengirim pesan singkat kepadaku.Aku semakin melajukkan kendaraanku dengan sangat cepat.

Tapi,musibah itu tidak ada seorangpun yang tau.Disaat laju mobilku sedang bergerak dengan cepat,disaat itulah truk dari arah berlawanan menghantam kendaraanku.Truk itu melaju sama cepatnya dengan kendaraanku,sehingga kami tak bisa menghindari kecelakaan itu.
Mobilku terpental begitu jauh,aku sempat melihat betapa hebatnya mobilku terlempar dengan begitu kuat.

Sesaat sebelum mataku terpejam,aku meelihat orang-orang berkerumun disekitar tubuh ku.Dan setelah itu aku tak sadarkan diri dan aku tak tau apa yang terjadi setelah itu.

2bulan berlalu,aku masih terbaring lemah setelah kejadian itu.Bahkan aku tak pernah sedikitpun membuka kedua mataku.Dokter memponisku koma,dan hanya keajaiban lah yang akan mengubah hidupku.
Dalam 2bulan itu aku tak tau apa yang terjadi disekitarku.
Bagaimana dengan keadaan keluargaku sekarang?Bagaimana dengan dia yang sedang menungguku?aahh...pasti dia sangat marah karna aku lama menemuinya.Lalu dia pulang dengan siapa?Apakah dia mau memaafkanku?.... (bersambung)

Trie :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar